Apa saja perbedaan utama antara program affilasi marketing dengan reseller, dropshipper hingga white label business , lalu bagaimana keunggulan dan kelemahan masing masing dari sistem tersebut agar kita lebih mudah dalam mengambil keputusan sebelum terjun langsung ? Perbedaan afiliasi vs reseller sejatinya sederhana saja meski kalau dirinci akan sangat beragam . Untuk mengerucutkan pembicaraan maka ada baiknya pembaca memperhatikan fakta fakta penting di bawah ini sampai titik terakhir, kurang lebih berikut bedanya ya :

A. Afiliasi dengan reseller, saat anda memilih untuk menjadi pemasar afiliasi maka modal utama yang diperlukan lebih simple , cukup dengan menyiapkan email , data diri dan rekening bank atau alat pembayaran lainnya yang diterima oleh pemilik program. Untuk model afiliasi manca negara rata rata mensyaratkan adanya alat pembayaran online seperti paypal, moneybooker , bitcoin dan lainnnya. Lain halnya dengan sistem reseller, selain diperlukan data persyaratan seperti pada afiliasi , seorang reseller mesti menyiapkan sejumlah uang sebagai modal awal, layaknya seorang distributor barang barang yang ada di masyarakat.

Selain itu reseller harus melayani pelanggan dari menerima pesanan , memproses order yang masuk hingga mengirimkan pesanan ke konsumen. Reseller bertanggung jawab penuh untuk mengelola usahanya sendiri , sementara kalau anda lebih memilih sebagai pemasar afiliasi maka tugas utamanya hanya mencari calon pembeli , semua proses transaksi akan dikerjakan oleh perusahaan dan perusahaan akan mengurus semua order yang masuk ke konsumen.  Afiliasi merupakan usaha yang beresiko kecil dengan tingkat keuntungan tak terbatas , cocok bagi siapa saja yang tak ingin direpotkan oleh urusan lain.

B. Afiliasi vs dropshipper. Perbedaan utama antara dropshipper dengan afiliasi hampir mirip , baik pemasar afiliasi maupun dropshipper sama sama tak memerlukan modal uang untuk mendaftarkan diri, namun dropshipper masih harus menerima transaksi pembayaran atau menerima pembayaran dari calon pembeli , lalu ia membelanjakan uang tersebut untuk dibelikan barang / jasa ke perusahaan. Jika dibandingkan dari sisi kepraktisan dan fleksibilitasnya maka pola dropshipper lebih komplek dibandingkan afiliasi , sehingga anda lebih disarankan untuk menjalankan program afiliasi dibandingkan bergerak sebagai dropshipper. Mengapa demikian ?

Karena umumnya dropshipper akan kesulitan dalam meyakinkan calon pembeli , tidak menutup kemungkinan calon konsumen menaruh rasa curiga yang berlebihan meski anda sudah bertindak secara jujur  dan sesuai prosedur . Afiliasi lebih tepat dijadikan pilihan , karena anda akan bekerja sama dengan perusahaan / penyedia produk yang telah diakui reputasinya oleh konsumen selama bertahun tahun.

Tetapi terlepas dari itu semua , tiap orang diberi kebebasan dalam mengambil keputusan , anda bebas memilih apakah akan menjadi seorang pemasar afiliasi , reseller maupun dropshipper, tak ada perintang yang bisa jadi penghalang ketika semua sudah dipikirkan secara matang. Kuncinya bukan pada apa yang dikerjakan oleh orang lain , namun anda sendiri yang mesti memastikan tindakan terbaik untuk dikerjakan.

Atau anda juga bisa menggabungkan semuanya, selain menjadi afiliasi , anda bisa menambah atau meningkatkan usahanya dengan jadi reseller produk, lalu memperkuatnya dengan sistem dropshipper , selama anda yakin akan bisa mengelola semuanya maka kerjakan saja, segera beraksi mulai hari ini  agar tiap detik yang anda jalani bisa diubah menjadi emas yang akan menjadi tabungan terbaik di masa depan.

Siap untuk beraksi ? Jika belum siap maka dapat mengulangi untuk membaca penjelesan mengenai perbedaan afiliasi , reseller dan dropshipper ini 3 atau 7x , hanya satu kali baca umumnya akan langsung lupa begitu saja, ulangi sampai mendapatkan pengertian yang lebih baik lalu ambilah tindakan nyata sesuai keinginan terkuat yang muncul di hati anda. Terima kasih atas  silaturakhmi anda ke www.afiliasi.id

Perbedaan afiliasi dengan reseller dropshipper

Navigasi pos